Ampelgading – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Sinkronisasi Data dan Sinergitas Program Kegiatan di Kabupaten Pemalang. terkait Kemiskinan, Anak Tidak Sekolah, serta Resiko Stunting dan Administrasi Kependudukan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Desa se-Kecamatan Ampelgading dan menghadirkan narasumber dari Bappeda, Dinsos KBPP, Dindikbud, dan Disdukcapil.
Dalam sambutannya, Ketua Tim dari Bappeda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat validitas dan akurasi data sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, khususnya dalam penanganan permasalahan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat serta adminstrasi kependudukan.
Narasumber dari DinsosKBPP menyampaikan data terkini per 1 September 2025 sumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil yang mencakup data penduduk Desil 1 sejumlah 9.364 individu atau 11,3% dari total data penduduk di Kecamatan Ampelgading dan 3,6% dari Total Penduduk yang masuk dalam Desil 1 di Kabupaten Pemalang, yang perlu memperoleh intervensi dalam pemenuhan 8 layanan dasar yaitu Rumah Layak Huni, Tidak Punya Listrik, Tidak Punya Sumber Air, Tidak Punya Jamban, Disabiitas, Tidak Berkerja, dan Resiko Stunting.
Sedangkan Narasumber dari Dindikbud Kabupaten Pemalang menyampaikan data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang perlu sinergitas dengan pemerintah Desa dalam mensinkronkan data ATS sementara yang saat ini berjumlah 480 anak usia 7 -18 tahun.
Selanjutnya narasumber dari Disdukcapil menekankan bahwa pembaruan data administrasi kependudukan tidak hanya mencakup penyesuaian pada Kartu Keluarga (KK) dan KTP Elektronik, tetapi juga sangat penting untuk dilakukan pada akta kematian. Ia mengingatkan bahwa banyak data keluarga yang belum diperbarui setelah ada anggota yang meninggal, sehingga berpotensi menimbulkan kendala dalam pelayanan publik, bantuan sosial, dan validitas data kependudukan
Pada akhir acara Bappeda menekankan bahwa pentingnya keterpaduan data antar instansi serta peran desa dalam memberikan data riil di lapangan. Dengan adanya sinkronisasi, diharapkan tidak ada lagi perbedaan angka atau data ganda, sehingga intervensi program pemerintah lebih efektif.
Kegiatan ini juga menjadi forum komunikasi antara pemerintah desa dan instansi teknis, agar program yang dilaksanakan dapat benar-benar menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Melalui Monev ini, Kecamatan Ampelgading berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan memastikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan, penanganan anak tidak sekolah, dan penurunan stunting serta administrasi kependudukan dapat berjalan optimal dengan dukungan semua pihak.